Tips Mengajar untuk Anak dengan diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) | Salsabilatuzzahra Jaha S.Psi. from BehaviorPALS Center| Kinderkloud

Tips Mengajar untuk Anak dengan diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)

children studying

Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Hal ini juga berlaku untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus. Tidak hanya anak normal saja, anak dengan kebutuhan khusus juga sama-sama memiliki potensi. Walaupun mungkin ada perbedaan perlakuan, namun tidak menutup kemungkinan anak special ini juga dapat hidup dengan mandiri dan memiliki kesuksesan di masa depan. Beberapa kasus  anak berkebutuhan khusus yang sering kita temui salah satunya adalah anak dengan diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD). Lalu apa itu Autism Spectrum Disorder?

Dikutip dari laman  psychiatry.org, Autism spectrum disorder (ASD) adalah kondisi perkembangan kompleks yang melibatkan tantangan terus-menerus dengan komunikasi sosial, minat terbatas, dan perilaku berulang. Kondisi tersebut tentu memiliki kesulitan tersendiri untuk melakukan kegiatan belajar. Banyak tantangan dan hal yang harus diperhatikan untuk mengajarkan anak dengan Autism spectrum disorder. Berikut ini beberapa tips mengajar untuk mengajarkan anak dengan Autism spectrum disorder: 

1. Visual thinker 

Anak dengan diagnosis ASD biasanya berpikir dalam gambar. Pikirannya bagaikan rekaman video yang berjalan dalam imajinasi mereka. Bisa dikatakan gambar adalah Bahasa pertama sedangkan kata-kata adalah Bahasa keduanya. Maka akan lebih mudah mengajari anak autis dengan menghadirkan visualisasi benda yang berkaitan dengan kata. Untuk belajar mengenai arah seperti atas, bawah akan lebih baik jika dipraktekan bisa dengan benda ataupun dengan bantuan kartu. 

2. Non verbal

Kebanyakan anak dengan ASD merupakan non-verbal. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kata-kata bagaikan Bahasa kedua mereka. Maka perlu diperhatikan hal berikut ini untuk mengajari anak autis khususnya yang memiliki masalah pada verbal yaitu : 

  • Hindari memberi instruksi Panjang

Anak dengan autisme biasanya memiliki masalah pada mengingat urutan, maka akan lebih baik untuk memberikan instruksi dengan kalimat pendek dan jelas. Lalu perlu juga memecah tugas menjadi bagian kecil. Saat mengajari urutan juga perlu menggunakan dengan sentuhan dan motorik. 

  •  Tidak dapat memproses input visual dan pendengaran secara bersamaan.

Beberapa anak tipikal non-verbal merupakan mono-channel. Artinya, mereka tidak dapat melihat dan mendengar pada saat yang sama. Hal ini dikarenakan sistem saraf mereka yang belum matang. Maka mereka harus diberikan tugas visual atau tugas pendengaran secara terpisah. 

  • Lebih mengandalkan indera sentuhan dalam belajar.

Bagi anak dengan autisme lebih mudah untuk belajar lewat merasakanannya. Mereka dapat mempelajari jadwal harian dengan objek misalkan jika ingin mengajarkan anak untuk jadwal makan, kita bisa membiarkan mereka memegang sendok 15 menit sebelum makan. 

  • Beberapa individu dengan autisme tidak tahu bahwa bahasa atau kata digunakan untuk komunikasi. 

Yang bisa kita lakukan adalah memfasilitasi mereka Ketika sedang belajar Bahasa komunikasi. Misalkan jika mereka meminta piring, maka berikan piring. Namun jika anak meminta piring padahal mereka ingin cangkir, tetap berikan mereka piring sesuai apa yang mereka pinta. Ini bertujuan agar Ketika mereka mengucapkan kata-kata maka hal konkret terjadi. 

  • Sulit membedakan suara dan huruf konsonan. 

Beberapa individu dengan autisme biasanya memiliki masalah membedakan huruf konsonan. Misalkan pada kata “Dog” dan “Log”. Secara pengucapan memang memiliki kemiripan. Namun mereka susah membedakan yang mana D dan L di antara kata tersebut. Maka perlu mengajari mereka dengan cara menekankan huruf konsonan Ketika  mengucapkan kata tersebut. 

  • Biasanya merespon dengan nyanyian lebih baik dibanding dengan kata-kata.

Individu dengan autisme biasanya lebih baik saat merespon sesuatu jika kita menyanyikannya. Namun, ada juga yang memiliki sensitifitas pada suara akan lebih baik jika kita berbicara pada mereka dengan suara atau bisikan yang rendah. 

2. Sangat Artistik

Kebanyakan individu dengan autistime merupakan orang yang sangat artistik. Mereka sangat pandai dalam menggambar, seni, dan juga  berbakat pada pemrograman komputer. Maka area bakat ini perlu kita dorong sehingga menjadi keterampilan serta dapat digunakan untuk pekerjaan masa depan mereka. 

3. Gunakan Reinforcer

Reinforcer adalah sesuatu yang dapat menguatkan perilaku di masa depan. Individu dengan autisme biasanya memiliki satu atau beberapa benda yang sangat mereka sukai.  Menggunakan benda tersebut dalam praktik mengajari individu autisme. 

4. Gunakan Konsep Asosiasi untuk Belajar

Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa individu dengan autisme biasanya adalah visual thinker. Maka hal yang perlu kita lakukan untuk mengajari individu dengan autisme adalah dengan sistem belajar asosiasi dengan memunculkan visualisasi konkret. Ini juga berlaku untuk mengajarkan konsep bilangan pada individu dengan autisme. Contohnya pada pembelajaran pecahan bisa menggunakan buah apel yang sudah dibelah. Selain itu, konsep belajar asosiasi juga diperlukan untuk mengajarkan sebuah kata pada anak. Kita harus mengucapkan kata benda sambil menunjukan kartu dengan gambar yang sama pada individu. 

5. Memiliki Masalah Pada Kontrol Motorik di Tangan

Banyak individu dengan autisme yang sulit untuk belajar menulis karena memiliki masalah dengan kontrol motorik. Maka seringkali mereka merasa frustasi. Untuk itu, untuk membantu anak menikmati menulis maka biarkan mereka mengetik di komputer. 

6. Beberapa Anak dengan Autisme Sensitif Terhadap Suara Keras dan Terdistraksi dengan Cahaya

Beberapa individu dengan autisme sangat sensitif pada suara-suara. Contohnya pada bel sekolah, suara decitan dari kursi dan lain-lain. Mereka akan merasa ketakutan pada suara-suara tersebut. Maka dalam proses belajar, awalnya kita harus meminimalisir suara. Lalu kita dapat menggunakan tape recorder untuk mereka belajar mentolerir suara dan secara bertahap meningkatkan volumenya. Beberapa individu dengan autisme juga sensitif pada kedipan cahaya yang dapat membuat mereka terdistraksi. 

7. Beberapa Anak dengan Autisme Memiliki Masalah pada Pemrosesan Visual. 

Beberapa anak dengan autisme juga memiliki masalah pada pemrosesan visual. Misalkan pada saat naik eskalator mereka tidak dapat menentukan kapan harus naik atau turun. Mereka tidak peka terhadap kontras. Maka lebih baik untuk di kertas putih atau beberapa warna netral lainnya. 

8. Beberapa Anak dengan Autis Biasanya Hiperaktif 

Beberapa individu dengan autisme merupakan tipe hiperaktif yang akan gelisah sepanjang waktu. Kita bisa menggunakan rompi untuk memberikan tekanan pada pakaian . tekanan ini membantu menenangkan sistem saraf. Rompi dapat digunakan selama 20 menit kemudian dilepas selama beberapa menit. 

9. Anak dengan Autisme Biasanya Memiliki Masalah pada Generalisasi 

Untuk mengajarkan konsep menyebrang maka tidak bisa hanya diajarkan pada satu tempat, namun juga harus diajarkan pada tempat penyeberangan lainnya. Begitu pula Ketika mengajarkan menggunakan toilet. Hal ini digunakan agar mereka dapat melakukan generalisasi. 

10. Memiliki Masalah pada Makan 

Dalam beberapa kasus beberapa individu autisme merupakan pemilih makanan karena Terpaku pada salah satu detail makanan. Misalkan hanya memilih McDonald. Maka kita bisa menyiasati hal ini dengan memasukan makanan lain di tempat atau label makanan yang mereka sukai. 

Itu tadi adalah informasi dan tips mengajari anak dengan diagnosis ASD. Semoga bisa diterapkan khususnya pada orang tua dan guru yang menangani anak special ini. 

Oleh Salsabilatuzzahra Jaha dari BehaviorPALS Center


 

Sumber : 

https://www.psychiatry.org/patients-families/autism/what-is-autism-spectrum-disorder

Grandin, T. (2002). Teaching tips for children and adults with autism. Fort Collins, Colorado/EUA, http://www. autism. org/temple/tips. html.

 

Tips, Mengajari, Autisme

Special Needs / Berkebutuhan Khusus / Cognitive Development / Tumbuh Kembang Kognitif / Education / Pendidikan / Tips Mengajar untuk Anak dengan diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)

Comments

Add Comment
photo of birthday tale book cover kinderkloud
Birthday Tale
Kinderkloud
Personalized book symbolizing that each child is special, wished for, longed for and play for and all the nature celebrate them together. Children will be introduced to various animals in their natural habitats along the journey.
photo of dream high book cover kinderkloud
Dream High
Kinderkloud
Personalized book to help Children imagine the professions in the future through their lens and encourage the little dreamers to explore and pursue their passion because the future is in their hands.
photo of prayer warrior book cover kinderkloud
Prayer Warrior
Kinderkloud
Personalized book to explain and the concept and importance of prayers to children and continuously remind our future generations to be mindful and thankful even for the smallest things in life. A guide book for our little prayer warriors to pray every day, everywhere and in every way.
photo of 5 colorful balloons book cover kinderkloud
5 Colorful Balloons
Blubridge Center
Balonku ada 5.. Rupa Rupa Warnanya..
Taking this classic to another level by combining this seemingly simple songs with Plutchick's Wheel of Emotions to introduce children to understand and express their feelings positively with introduction to Manners and Values in every step of the way for everyday life.
photo of starry starry paradise book cover kinderkloud
Starry Starry Paradise
Kinderkloud x Marianne Rumantir
Are you team mountain or team beach?
Personalized book to trigger the imagination and curiosity to discover the wonders of our wonderful Indonesia. The food, music, fashion, language, landscape and the culture. They all never fail to amaze us. What better legacy can we pass on for Indonesia than by instilling nationalism to the future generation of this part of the planet called heaven on earth.
photo of journey to the top book cover kinderkloud
Journey to the Top
Kinderkloud x Marianne Rumantir
Are you team mountain or team beach?
Personalized book to trigger the imagination and curiosity to discover the wonders of our wonderful Indonesia. The food, music, fashion, language, landscape and the culture. They all never fail to amaze us. What better legacy can we pass on for Indonesia than by instilling nationalism to the future generation of this part of the planet called heaven on earth.
photo of cerita di festival ceria book cover kinderkloud
Cerita di Festival Ceria
Kinderkloud | Parentalk | Good Enough Parents
Tidak ada dua yang sama persis, setiap anak memiliki kegemaran, keunikan, dan karakterisitik yang spesial termasuk Kakak dan Adik. Ikuti perjalanan mereka dalam sebuah kisah akhir pekan yang berkesan di Festival in the Jungle untuk mengeksplorasi dan mengenal diri mereka masing-masing lebih dalam lagi.
photo of preparing for a sibling book cover kinderkloud
Preparing for a Sibling
Regina F. Amal
A heartwarming story where child learns what it means to become a bigger sibling. Featuring both children, in one delightful story! Meanwhile, parents are assuring that each child will always be loved just the same. There will always be enough love for everyone.
photo of being a good sport book cover kinderkloud
Being a Good Sport
Sigi Wimala
In the heart of this whimsical THE GREAT FOREST GAME, your loved ones discovers the true essence of sportsmanship: the cherished value of friendship that outshines any victory. Experience the joy of camaraderies and empathy as your loved ones embraces the spirit of being a good sport, leaving a lasting impression on young hearts.
photo of birthday wishlist book cover kinderkloud
Birthday Wishlist
Kinderkloud x Mama Ani
This year, on a memorable birthday occasion, a caring Mom considered sharing the importance of delayed gratification. Join your loved one in crafting a birthday wishlist and discovering the Power of Patience to make each birthday genuinely extraordinary.
photo of christmas wishlist book cover kinderkloud
Christmas Wishlist
Kinderkloud x Mama Ani
This year, on a memorable christmas occasion, a caring Mom considered sharing the importance of delayed gratification. Join your loved one in crafting a christmas wishlist and discovering the Power of Patience to make each christmas genuinely extraordinary.