Mengajari konsep matematika pada anak-anak dan remaja, adakah bedanya? | Salsabilatuzzahra Jaha S.Psi. from BehaviorPALS Center| Kinderkloud

Mengajari konsep matematika pada anak-anak dan remaja, adakah bedanya?

angka matematika

Matemaika menjadi pelajaran pokok penting bagi anak di seluruh dunia. Pelajaran matematika telah diajarkan dari bangku kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Melihat keterkaitan matematika  dengan Pendidikan kita dapat diartikan bahwa matematika memiliki peranan penting. Namun, stigma masyarakat kebanyakan menganggap matematika sebagai sebuah ancaman bahkan musuh yang harus dihindari. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan bagi guru ataupun orang tua yang Ingin mengajari matematika. Lalu, untuk mengajari konsep matematika pada anak, apa yang harus kita lakukan?


Sebelum mengajarkan matematika, sangat diperlukan pemahaman mengenai perkembangan anak dan apa saja yang dibutuhkan anak dalam perkembangannya. Walaupun secara kurikulum materi dan pengajaran sudah disesuaikan dengan fase perkembangan, terkadang hal penting yang sering terlewat adalah mengetahui karakteristik usia anak sehinga kita dapat mengetahui bagaimana menyampaikan materi. Ketika sekolah, anak akan mengalami fase perkembangan dari kanak-kanak menuju remaja. Sebenarnya adakah perbedaan yang signifikan pada kedua fase tersebut? Dalam artikel ini akan dijabarkan karakteristik dan hal terbaik yang dilakukan untuk mengajarkan matematika pada fase tersebut. 

Karakteristik Fase anak-anak

  • Fase kanak-kanak bisa kita kategorikan pada murid taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Pada fase ini, Anak-anak sudah  memiliki spontanitas dan ketertarikan matematika secara implist. Contohnya, saat anak bemain balok atau lego. Mereka akan membuat Menara, memperluas pola balok, dan juga mengamati pola simetris dari balok. Mereka juga akan membandingkan Menara balok mana yang tinggi. Disini, kita bisa simpulkan bahwa ternyata dari fase anak sudah memiliki kecenderungan untuk menyukai konsep matematika. Disinilah pentingnya “natural” setting, untuk terus menjaga minat anak dalam mempelajari matematika. Untuk itu, setting yang baik pada fase ini adalah dengan banyak menyajikan permainan atau kuis menyenangkan yang mengandung unsur matematika. 
  • Perlu diingat bahwa anak-anak memiliki pola pikir yang konkret dan abstrak. Contohnya, mereka bisa menambahkan 3 pensil dalam penjumlahan namun mereka juga memilki ide abstrak seperti aturan untuk menjumlahkan tipe benda lain yang berbeda. Walaupun perkembangan berpikir abstrak anak mulai berkembang, namun tetap pada prattiknya untuk mengajari anak-anak diperlukan contoh konkret agar mereka dapat mengerti serta menyesuaikan perkembangan mereka. 
  • Pengetahuan matematika anak menunjukan pemahaman namun ada kesalahpahaman. Walaupun anak tampak bisa melakukan konsep penjumlahan dan pengurangan, namun mereka masih belum bisa untuk menyadari perbedaan Panjang pada bentuk. Seperti tidak bisa membedakan jenis-jenis segitiga (misalnya segitiga siku-siku, segitiga sembarang, segitga sama kaki dll ).

Karakteristik Fase Remaja

  • Fase remaja bisa dikategorikan pada saat anak memasuki sekolah menegah. Pada fase ini, remaja mengalami perkembangan identitas, moral, sosial dengan lingkungannya. Pada fase ini anak bisa sangat menantang. Khususnya dalam setting kelas karena aspek penerimaan sosial oleh teman-teman mereka adalah yang terpenting. Pada fase ini, remaja cenderung ingin menghindari rasa malu dan cenderung ingin memiliki popularitas (Van Hoose, Stra han, dan L'Esperance, 2001). Maka akan kurang efektif jika memakai strategi maju kedepan untuk menyelesaikan tugas.  Karena jika mereka tidak bisa, mereka akan merasa dipermalukan. Penting untuk membangun rasa aman baik fisik maupun emosional, anak akan bisa mengeksplor lebih jauh untuk berhubungan dengan orang lain serta dapat terikat dengan tugas akademik yang menantang. 
  • Guru matematika harus berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Hal ini bisa diwujudkan melalui forum diskusi yang akan melibatkan siswa. Ini dilakukan untuk meningkatkan komunikasi serta interaksi sosial antar siswa.  Dengan metode diskusi juga dapat membantu siswa menjadi lebih baik, mereka akan berpikir lebih kompleks dan kreatif. Sehingga mereka akan menggabungkan matematika dengan kehidupan sehari-harinya. 

Dari penjelasan diatas, bisa kita lihat bahwa perbedaan karakteristik usia anak juga mempengaruhi cara pengajar dalam mengajarkan konsep matematika. Tentunya akan tidak baik jika kita memaksakan anak usia kecil untuk bisa konsep yang lebih tinggi dan abstrak seperti logaritma. Dan tentu juga akan sangat baik untuk mengajarkan murid dalam usia fase remaja melalui pendeketan sebagai teman. Mengusung banyak interaksi dengan teman dan yang terpenting menanamkan komunikasi yang baik antar guru dan murid. Hal ini perlu dilakukan agar terciptanya pembelajaran matematika secara maksimal. 

Oleh Salsabilatuzzahra Jaha from BehaviorPALS Center 


Sumber :

Bennett, C. A. (2010). “It's Hard Getting Kids to Talk about Math”: Helping New Teachers Improve Mathematical Discourse. Action in teacher education32(3), 79-89.

Lewis Presser, A., Clements, M., Ginsburg, H., & Ertle, B. (2015). Big math for little kids: The effectiveness of a preschool and kindergarten mathematics curriculum. Early education and development26(3), 399-426.

Strahan, D., Jones, J., & White, M. (2022). Teaching Well with Adolescent Learners: Responding to Developmental Changes in Middle School and High School. Taylor & Francis.

konsep matematika, perbedaan, anak-anak, remaja

Children 4 Years - 6 Years / 4 Tahun - 6 Tahun / Counting / Berhitung / Education / Pendidikan / Mengajari konsep matematika pada anak-anak dan remaja, adakah bedanya?

Comments

Add Comment
photo of birthday tale book cover kinderkloud
Birthday Tale
Kinderkloud
Personalized book symbolizing that each child is special, wished for, longed for and play for and all the nature celebrate them together. Children will be introduced to various animals in their natural habitats along the journey.
photo of dream high book cover kinderkloud
Dream High
Kinderkloud
Personalized book to help Children imagine the professions in the future through their lens and encourage the little dreamers to explore and pursue their passion because the future is in their hands.
photo of prayer warrior book cover kinderkloud
Prayer Warrior
Kinderkloud
Personalized book to explain and the concept and importance of prayers to children and continuously remind our future generations to be mindful and thankful even for the smallest things in life. A guide book for our little prayer warriors to pray every day, everywhere and in every way.
photo of 5 colorful balloons book cover kinderkloud
5 Colorful Balloons
Blubridge Center
Balonku ada 5.. Rupa Rupa Warnanya..
Taking this classic to another level by combining this seemingly simple songs with Plutchick's Wheel of Emotions to introduce children to understand and express their feelings positively with introduction to Manners and Values in every step of the way for everyday life.
photo of starry starry paradise book cover kinderkloud
Starry Starry Paradise
Kinderkloud x Marianne Rumantir
Are you team mountain or team beach?
Personalized book to trigger the imagination and curiosity to discover the wonders of our wonderful Indonesia. The food, music, fashion, language, landscape and the culture. They all never fail to amaze us. What better legacy can we pass on for Indonesia than by instilling nationalism to the future generation of this part of the planet called heaven on earth.
photo of journey to the top book cover kinderkloud
Journey to the Top
Kinderkloud x Marianne Rumantir
Are you team mountain or team beach?
Personalized book to trigger the imagination and curiosity to discover the wonders of our wonderful Indonesia. The food, music, fashion, language, landscape and the culture. They all never fail to amaze us. What better legacy can we pass on for Indonesia than by instilling nationalism to the future generation of this part of the planet called heaven on earth.
photo of cerita di festival ceria book cover kinderkloud
Cerita di Festival Ceria
Kinderkloud | Parentalk | Good Enough Parents
Tidak ada dua yang sama persis, setiap anak memiliki kegemaran, keunikan, dan karakterisitik yang spesial termasuk Kakak dan Adik. Ikuti perjalanan mereka dalam sebuah kisah akhir pekan yang berkesan di Festival in the Jungle untuk mengeksplorasi dan mengenal diri mereka masing-masing lebih dalam lagi.
photo of preparing for a sibling book cover kinderkloud
Preparing for a Sibling
Regina F. Amal
A heartwarming story where child learns what it means to become a bigger sibling. Featuring both children, in one delightful story! Meanwhile, parents are assuring that each child will always be loved just the same. There will always be enough love for everyone.
photo of being a good sport book cover kinderkloud
Being a Good Sport
Sigi Wimala
In the heart of this whimsical THE GREAT FOREST GAME, your loved ones discovers the true essence of sportsmanship: the cherished value of friendship that outshines any victory. Experience the joy of camaraderies and empathy as your loved ones embraces the spirit of being a good sport, leaving a lasting impression on young hearts.
photo of birthday wishlist book cover kinderkloud
Birthday Wishlist
Kinderkloud x Mama Ani
This year, on a memorable birthday occasion, a caring Mom considered sharing the importance of delayed gratification. Join your loved one in crafting a birthday wishlist and discovering the Power of Patience to make each birthday genuinely extraordinary.
photo of christmas wishlist book cover kinderkloud
Christmas Wishlist
Kinderkloud x Mama Ani
This year, on a memorable christmas occasion, a caring Mom considered sharing the importance of delayed gratification. Join your loved one in crafting a christmas wishlist and discovering the Power of Patience to make each christmas genuinely extraordinary.