Bagaimana Mengajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini ? | Kunthi Kumalasari Hardi, M.Ed., BCBA from BehaviorPALS Center| Kinderkloud

Bagaimana Mengajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini ?

pendidikan seks dini

Pendidikan seks sejak dini menjadi sangat penting untuk dilakukan orangtua. Paparan teknologi dan internet tanpa dibarengi dengan pengawasan dan pemberian edukasi yang tepat pada anak dapat membuat anak rentan untuk tidak sengaja mengkonsumsi konten-konten yang tidak sesuai dengan usianya, seperti konten pornografi. Selain itu, tanpa pengawasan dan pemberian edukasi yang tepat anak dapat membuat anak semakin lebih mudah menjadi korban pelaku kejahatan seksual.

 

Orangtua perlu memahami bahwa penggunaan teknologi sejak dini sudah sangat sulit untuk dihindarkan. Hal ini terutama berlaku untuk Generasi Alpha yang memang disebut generasi yang paling familiar dengan teknologi. World Health Organization (WHO) sendiri telah mengeluarkan rekomendasi penggunaan layar (screen time) untuk anak. Dalam rekomendasi tersebut disebutkan untuk anak usia 0-2 tahun, tidak direkomendasikan untuk mendapatkan screentime kecuali video call. Sedangkan anak usia 2-4 tahun bisa mendapatkan screen time terbatas dan namun tidak beraktivitas dengan screentime sendiri, serta hanya menonton program yang berkualitas.

 

Selain mengikuti rekomendasi, orangtua juga perlu turut berperan aktif memberikan pendidikan seks sejak dini. Pendidikan seks ini dapat dimulai sedini mungkin, bahkan sejak anak belum dapat berbicara. Hal-hal yang orangtua dapat lakukan yang merupakan bagian dari pendidikan seks dini diantaranya:

 

  1. Menyebutkan nama alat kelamin secara benar

Saat akan membuka atau membantu membersihkan alat kelamin dan Anda ingin meminta izin gunakanlah nama yang benar. Misalnya, katakan “Ibu mau lap penis kamu dulu ya”. Tidak disarankan untuk menggunakan kata kiasan misalnya menggunakan kata burung untuk menggantikan kata penis. Orang tua juga disarankan untuk menggunakan nada bicara yang normal tidak menggunakan nada seperti seksual adalah hal yang menjijikan atau memalukan.

 

  1. Biasakan meminta izin jika hendak membuka atau memegang alat seksual

Sejak anak masih bayi, biasakan untuk meminta izin apabila ingin mengganti popok, mengelap alat kelamin, dan mengganti celana anak. Hal ini untuk membiasakan bahwa hal tersebut adalah bagian dari privasi anak, maka perlu meminta izin. Pembiasaan meminta izin ini juga dapat membuat anak untuk terbiasa mendengar kata izin dan meminta izin di kemudian harinya.

 

  1. Ajarkan bahwa ia dapat berkata “tidak” saat merasa tidak nyaman.

Keterampilan advokasi diri dengan berkata tidak saat anak merasa tidak nyaman dapat juga menjadi bagian dari pendidikan seks dini anak. Orangtua dapat mengajarkan ini dengan melakukan bermain peran (role play), menonton dan membaca buku bersama yang memiliki situasi yang dirasa tepat. Setelahnya, orangtua dapat berdiskusi dengan pertama bertanya apa yang ditangkap anak lalu memberikan penjelasan yang dapat dimengerti anak.

 

  1. Izinkan anak untuk mengeksplorasi dan bertanya terkait seksualitas.

Saat anak bertanya terkait  organ seksual, izinkan anak bertanya dan jawab dengan sederhana. Jangan dilarang-larang atau membuat seperti hal ini adalah hal yang tabu. Saat orangtua bersikap seakan-akan hal ini adalah hal yang terlarang dan tabu, hal ini justru akan memancing rasa ingin tahu dan penasaran. Anak juga dapat berusaha untuk mencari jawaban di selain orangtua. Orangtua merupakan tempat paling aman untuk anak bertanya.

 

  1. Jangan izinkan anak untuk mengakses internet tanpa pengawasan orangtua.

 

Saat ini melalui internet, orang dapat mengakses berbagai informasi. Termasuk anak-anak, walaupun mereka menonton video kartun dan musik anak, namun ada kemungkinan anak juga tidak sengaja melihat iklan yang tidak sesuai usia mereka, ataupun meng-klik link yang membawa mereka ke situs dan informasi yang tidak sesuai dengan mereka seperti situs dengan konten seksual dan agresi. Oleh karena itu, saat anak mengakses Internet, anak perlu selalu diawasi dan melakukannya bersama orangtua. Sehingga, orangtua dapat mencegah apabila ada ketidaksengajaan meng-klik link dan orangta juga bisa mengedukasi anak akan cara berinternet yang aman. Hal yang sering terjadi dan cukup berisiko adalah anak mendapatkan screen time supaya orangtua dapat melakukan kegiatan lain dengan tenang. 

 

Menjadi orangtua di era teknologi dan internet memberi banyak kemudahan, namun bersamaan dengan itu juga banyak resiko. Pendidikan seks dini yang benar dapat mencegah berbagai resiko kejahatan dan perilaku seksual yang tidak sesuai.

 

Ditulis oleh:

Kunthi Kumalasari Hardi, M.Ed., BCBA. dari BehaviorPALS Center

 

Daftar pustaka:

ASTUTI, Budi; SUGIYATNO, Sugiyatno; AMINAH, Siti. The development of early childhood sex education materials for early childhood education (ECE) teachers. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), [S.l.], v. 4, n. 2, p. 113-120, nov. 2017. ISSN 2477-2992. Available at: <https://journal.uny.ac.id/index.php/jppm/article/view/14869>. Date accessed: 15 apr. 2022. doi:https://doi.org/10.21831/jppm.v4i2.14869.

New who guidance: Very limited daily screen time recommended for children under 5. WHO guidance limit screen time for children. (n.d.). Retrieved March 15, 2022, from https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/public-health/screen-time-for-children-under-5?sso=y 


 

pendidikan seks, anak, internet

Toddler 18 Months - 24 Months / 18 Bulan - 24 Bulan (Batita) / Psychological Development / Tumbuh Kembang Psikologis / Education / Pendidikan / Bagaimana Mengajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini ?

Comments

Add Comment
photo of birthday tale book cover kinderkloud
Birthday Tale
Kinderkloud
Personalized book symbolizing that each child is special, wished for, longed for and play for and all the nature celebrate them together. Children will be introduced to various animals in their natural habitats along the journey.
photo of dream high book cover kinderkloud
Dream High
Kinderkloud
Personalized book to help Children imagine the professions in the future through their lens and encourage the little dreamers to explore and pursue their passion because the future is in their hands.
photo of prayer warrior book cover kinderkloud
Prayer Warrior
Kinderkloud
Personalized book to explain and the concept and importance of prayers to children and continuously remind our future generations to be mindful and thankful even for the smallest things in life. A guide book for our little prayer warriors to pray every day, everywhere and in every way.
photo of 5 colorful balloons book cover kinderkloud
5 Colorful Balloons
Blubridge Center
Balonku ada 5.. Rupa Rupa Warnanya..
Taking this classic to another level by combining this seemingly simple songs with Plutchick's Wheel of Emotions to introduce children to understand and express their feelings positively with introduction to Manners and Values in every step of the way for everyday life.
photo of starry starry paradise book cover kinderkloud
Starry Starry Paradise
Kinderkloud x Marianne Rumantir
Are you team mountain or team beach?
Personalized book to trigger the imagination and curiosity to discover the wonders of our wonderful Indonesia. The food, music, fashion, language, landscape and the culture. They all never fail to amaze us. What better legacy can we pass on for Indonesia than by instilling nationalism to the future generation of this part of the planet called heaven on earth.
photo of journey to the top book cover kinderkloud
Journey to the Top
Kinderkloud x Marianne Rumantir
Are you team mountain or team beach?
Personalized book to trigger the imagination and curiosity to discover the wonders of our wonderful Indonesia. The food, music, fashion, language, landscape and the culture. They all never fail to amaze us. What better legacy can we pass on for Indonesia than by instilling nationalism to the future generation of this part of the planet called heaven on earth.
photo of cerita di festival ceria book cover kinderkloud
Cerita di Festival Ceria
Kinderkloud | Parentalk | Good Enough Parents
Tidak ada dua yang sama persis, setiap anak memiliki kegemaran, keunikan, dan karakterisitik yang spesial termasuk Kakak dan Adik. Ikuti perjalanan mereka dalam sebuah kisah akhir pekan yang berkesan di Festival in the Jungle untuk mengeksplorasi dan mengenal diri mereka masing-masing lebih dalam lagi.
photo of preparing for a sibling book cover kinderkloud
Preparing for a Sibling
Regina F. Amal
A heartwarming story where child learns what it means to become a bigger sibling. Featuring both children, in one delightful story! Meanwhile, parents are assuring that each child will always be loved just the same. There will always be enough love for everyone.