Anak Menolak Datang Sekolah? Ketahui 4 Penyebabnya ya, Parents!
Sekolah merupakan tempat yang paling menyenangkan untuk beberapa anak karena bisa bertemu teman sambil bermain dan belajar. Namun ada juga anak-anak yang merasa bahwa sekolah bukan tempat yang nyaman baginya. Saat tidak mau ke sekolah, anak-anak biasanya tidak mau untuk siap-siap pergi ke sekolah. Ketika seragam dan sarapan sudah disiapkan, anak biasanya hanya diam saja atau bahkan sampai menangis. Tidak hanya sebelum pergi ke sekolah, terkadang anak juga masih mau untuk bersiap-siap pergi ke sekolah tapi menolak untuk masuk kelas ketika sudah di depan gerbang sekolah. Pasti parents akan bertanya-tanya “apa sih penyebabnya?”
Anak yang tidak ingin datang ke sekolah sebenarnya memiliki beberapa alasan. Apa saja kah itu? Mari kita simak satu per satu ya!
Menghindari situasi sekolah secara umum atau karena adanya pengalaman negatif di sekolah
Situasi sekolah secara umum bisa menjadi stressor untuk anak. Misalnya kondisi kelas yang terlalu panas atau terlalu dingin, perjalanan menuju sekolah yang macet dan membuat anak bosan, guru yang menurut anak sangat galak akan mengajar di hari tersebut, pelajaran yang membosankan atau bahkan ada pengalaman negatif seperti perundungan yang pernah dialami oleh anak. Hal-hal ini bisa menjadi penyebab anak tidak mau untuk masuk ke sekolah. Anak merasa cemas, khawatir, atau bahkan takut karena sudah membayangkan hal-hal negatif akan terjadi padanya di hari tersebut.
Ketika mengalami hal ini, tidak semua anak mau untuk bercerita karena khawatir pula akan respon orang tuanya. Jadi jika anak tidak mau datang ke sekolah, mungkin menghindari situasi sekolah karena alasan umum seperti pelajaran dan guru atau bahkan adanya indikasi perundungan bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Pergi dari situasi sosial yang ada di sekolah
Selain pelajaran yang membosankan atau guru yang kurang menyenangkan bagi anak, situasi sosial di sekolah juga menjadi hal yang dapat membuat anak tidak mau datang ke sekolah. Menginisiasi percakapan dengan teman baru adalah hal yang mungkin sulit dilakukan oleh anak. Hal ini membuat anak jadi kesulitan untuk bergabung bersama anak lainnya membuat clique.
Tidak hanya ketika menginisiasi percakapan, menjadi pusat perhatian di kelas juga merupakan hal yang membuat anak merasa tidak nyaman. Misalnya ketika harus menjawab pertanyaan guru di depan kelas, anak mungkin merasa tatapan dari teman-temannya menjadi hal yang kurang menyenangkan. Selain itu, ketika anak harus membuat kelompok untuk mengerjakan tugas, percakapan bersama teman sekelompok mungkin tidak membuat anak merasa nyaman.
Ingin mendapatkan reward secara langsung
Anak tidak mau datang ke sekolah juga dapat disebabkan oleh keinginannya untuk segera bermain atau pergi bersama teman-temannya di luar sekolah. Misalnya ketika pulang sekolah ia selalu bermain bola, maka anak mungkin berpikir “daripada sekolah, mending langsung main bola aja” yang membuatnya jadi tidak mau datang ke sekolah.
Pada remaja, bolos sekolah bisa disebabkan karena ingin bermain bersama teman-temannya seperti ke mal, café, atau ke tempat lain yang ia ingin kunjungi agar tidak belajar di sekolah. Jadi coba perhatikan apa yang disukai anak ya parents, bisa jadi itu menjadi alasan tidak mau datang ke sekolah.
Mencari perhatian dari orang rumah terdekat seperti orang tua, saudara kandung, atau babysitter
Perhatian dari orang tua adalah hal yang sangat menyenangkan bagi anak. Namun hal ini bisa juga menjadi penyebab anak tidak mau datang ke sekolah. Misalnya ketika menangis tidak mau datang ke sekolah selama 2 minggu, anak ingin Ibunya langsung berkata “ya udah kita pergi ke tempat bermain saja”. Hal ini membuat anak mendapatkan apa yang ia inginkan secara langsung.
4 penyebab anak tidak mau datang ke sekolah ini harus diperhatikan intensitasnya ya parents. Sudah seberapa seringkah anak tidak mau datang ke sekolah? Apa saja sih alasannya? Semoga permasalahan tidak mau datang ke sekolah bisa segera ditemukan solusinya ya, parents!
Referensi
Gonzálvez, C., Kearney, C. A., Jiménez-Ayala, C. E., Sanmartín, R., Vicent, M., Inglés, C. J., & García-Fernández, J. M. (2018). Functional profiles of school refusal behavior and their relationship with depression, anxiety, and stress. Psychiatry research, 269, 140-144.
Skedgell, K., & Kearney, C. A. (2018). Predictors of school absenteeism severity at multiple levels: A classification and regression tree analysis. Children and Youth Services Review, 86, 236-245.
Oleh: Sarah Aurelia Saragih, S.Psi. dari BehaviorPALS Center
Anak menolak ke sekolah, penyebab anak tidak mau ke sekolah, school refusal
Children 4 Years - 6 Years / 4 Tahun - 6 Tahun / Psychological Development / Tumbuh Kembang Psikologis / Education / Pendidikan / Anak Menolak Datang Sekolah? Ketahui 4 Penyebabnya ya, Parents!
Comments